Bengkayang, 12 Februari 2026 — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. meresmikan Program Revitalisasi Sekolah serta menghadiri Sarasehan Pimpinan Satuan Pendidikan yang digelar di Aula Rangkaya, Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (12/2/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 348 kepala satuan pendidikan. Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka peresmian program revitalisasi sekolah, sarasehan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Bengkayang, serta penguatan dan motivasi bagi seluruh UPT Kemendikdasmen di Kalimantan Barat yang juga diselenggarakan di Gedung BGTK Kalimantan Barat.
Kedatangan Wamendikdasmen beserta rombongan disambut dengan tarian adat penyambutan dan pengalungan syal oleh Bupati Bengkayang. Agenda dilanjutkan dengan ramah tamah di Ruang Depan Dekranasda serta makan siang bersama sebelum menuju Aula Rangkaya untuk mengikuti rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, testimoni perwakilan kepala sekolah penerima program revitalisasi, sambutan Bupati Bengkayang, arahan Wamendikdasmen, penandatanganan prasasti, dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang beserta Ketua Komisi III, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, unsur Forkopimda Kabupaten Bengkayang, Sekretaris Daerah, para staf ahli dan asisten Sekda, kepala perangkat daerah, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendikdasmen serta dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di wilayah perbatasan. Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas guna mendukung terwujudnya visi daerah “SDM MANTAP, Bengkayang Gemilang”.
Bupati juga menegaskan bahwa sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, Bengkayang memiliki posisi strategis sekaligus menghadapi tantangan geografis yang berdampak pada aksesibilitas dan pemerataan mutu pendidikan. Pembangunan dan revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki struktur fisik bangunan, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, berkelanjutan, dan inklusif.
Dalam arahannya, Wamendikdasmen Dr. Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa Bengkayang bukanlah halaman belakang Indonesia, melainkan teras depan karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Sebagai teras depan, daerah perbatasan harus mencerminkan wajah Indonesia yang maju dan bermartabat. Wamendikdasmen mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam memajukan pendidikan di tengah keterbatasan fiskal. Menurutnya, dengan komitmen kuat pemerintah daerah serta dukungan kepala sekolah dan guru, berbagai tantangan dapat diatasi. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, khususnya yang bertugas di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, sebagai perhatian serius pemerintah pusat.
Terkait program revitalisasi, Wamendikdasmen menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir bantuan pembangunan dan rehabilitasi sekolah dari pemerintah pusat lebih banyak dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun sejak tahun 2025, pemerintah kembali menjalankan program pembangunan dan rehabilitasi sekolah secara langsung, termasuk untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga rusak total. Secara nasional, pada tahun 2025 ditargetkan 10.444 sekolah direvitalisasi, dan realisasinya mencapai lebih dari 16.000 sekolah melalui pendekatan swakelola yang memberdayakan masyarakat sehingga tercapai efisiensi anggaran.
Adapun satuan daftar satuan pendidikan penerima manfaat program tersebut di antaranya adalah TK Angkasa, PAUD Darul Fikri, TK Negeri Pembina Monterado, SD Negeri 06 Dapan, SD Negeri 15 Engkanang, SD Negeri 01 Baremada, SD Negeri 09 Sake, SD Negeri 02 Ledo, SD Negeri 04 Momong, SD Negeri 04 Jelatang, SD Negeri 01 Ledo, SD Negeri 06 Duginang, SD Negeri 07 Baya, SD Negeri 14 Peleng, SD Negeri 09 Sei Sibo, SD Negeri 20 Kerumbi, SD Negeri 05 Piju, SD Negeri 12 Kubu Kelawit, SD Negeri 01 Mandor, SD Negeri 09 Melikar, SD Negeri 06 Pacong, SD Negeri 04 Aris, SMP Negeri 2 Capkala, SMP Negeri 3 Sungai Betung, SMA Negeri 1 Bengkayang, SMA Negeri 1 Teriak, SMA Negeri 2 Bengkayang, dan SMA Negeri 2 Teriak.
Melalui program revitalisasi ini, diharapkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bengkayang semakin meningkat secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil dan perbatasan. Perbaikan ruang kelas, fasilitas pendukung pembelajaran, serta lingkungan sekolah yang lebih layak diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, revitalisasi ini menjadi fondasi penguatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, serta menumbuhkan semangat baru bagi guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas profesionalnya. Dengan dukungan pemerintah pusat dan komitmen pemerintah daerah, program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua, sekaligus memperkokoh peran Bengkayang sebagai beranda terdepan Indonesia yang unggul, berkarakter dan berbudaya. (NK)