Launching Program Makan Bergizi (MBG)
dilaksanakan di SMAN 1 Ledo pada
pukul 09.30–11.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bengkayang yang
sekaligus membuka acara, Ketua Tim Satgas MBG Kabupaten Bengkayang, Camat Ledo,
Kapolsek Ledo, Korwil II Ledo, perwakilan Koramil Ledo, Kepala Puskesmas Ledo,
PIC MBG Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Kepala SPPG,
serta para kepala sekolah penerima manfaat MBG. Setelah prosesi launching,
koordinator MBG di sekolah langsung membagikan makanan kepada para siswa.
Mengingat saat ini bulan suci Ramadhan, menu yang disajikan berupa menu kering
yang dapat dibawa pulang ke rumah sebagai bentuk toleransi kepada siswa yang berpuasa.
Meski demikian, bagi yang ingin menyantap makanan di sekolah tetap
diperbolehkan dengan menjaga etika dan tidak dilakukan di hadapan teman-teman
yang sedang berpuasa.
Dalam sambutannya,
Wakil Bupati Bengkayang Drs. H.
Syamsul Rizal menegaskan
pentingnya menjaga kualitas penyelenggaraan program MBG. Ia meminta agar Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar memperhatikan kualitas makanan,
baik dari segi keamanan pangan, cita rasa, variasi menu, maupun kesesuaian
dengan anggaran yang telah ditetapkan. Menurutnya, program MBG bukan sekadar
pembagian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun
generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
SPPG penyelenggara
dalam kegiatan ini adalah SPPG Bengkayang Ledo Jesape yang bermitra dengan
Yayasan Tengkawang Kasih Sebalo, melayani empat sekolah yakni SMAN 1 Ledo, SMPN 3 Ledo, SDN 01 Ledo, dan SDN 03 Sangat Molo dengan total 928
penerima manfaat yang terdiri dari murid dan guru. Kepala SPPG, Malvino Oky
Sanjaya, S.Pd., menyampaikan bahwa menu kering yang dibagikan meliputi telur
rebus, kacang goreng, kurma, dan roti keju. Secara keseluruhan, program MBG di
Kabupaten Bengkayang kini telah beroperasi melalui 18 SPPG yang melayani 230
sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, dengan total 34.466 penerima manfaat,
terdiri dari 32.197 murid serta 2.269 guru dan tenaga kependidikan. Capaian
tersebut menjadikan 53% peserta didik dan 38% sekolah di Bengkayang telah
menerima manfaat MBG. Pelaksanaan masih didominasi di wilayah jalur sutera dan wilayah dalam kota,
sementara untuk daerah sulit dijangkau akan dipercepat melalui program dapur 3T
(tertinggal, terdepan, dan terluar) yang saat ini tengah dalam proses
pembangunan oleh BGN.
Melalui program MBG, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap kebutuhan gizi peserta didik dapat terpenuhi secara merata sehingga mampu meningkatkan konsentrasi belajar, kesehatan, serta prestasi di sekolah. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya generasi Bengkayang yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan. (fk)