Jagoi Babang, 14 Februari 2026 — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang selaku Anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Bengkayang secara resmi menutup kegiatan Garda Batas Camp 2026 yang dipusatkan di Halaman Sepak Bola SD Negeri 01 Jagoi Babang, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting pembinaan karakter generasi muda di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Garda Batas Camp 2026 telah berlangsung sejak 12 Februari 2026 dan diikuti oleh 244 peserta putra dan putri dari 14 pangkalan tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Jagoi Babang, dengan pendampingan 34 orang pembina. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan yang dirancang untuk memperkuat nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan.
Berbagai perlombaan dan aktivitas edukatif digelar, mulai dari pioneering yang mengasah keterampilan teknik dan kerja sama tim, lomba tari yang menumbuhkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya, hingga kegiatan jelajah alam yang melatih ketahanan fisik dan mental. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, tertib, dan dalam suasana persaudaraan yang erat antar peserta.
Acara penutupan turut dihadiri oleh jajaran Kwartir Ranting Jagoi Babang, Danramil/Pamtas wilayah Jagoi Babang, serta para stakeholder Pramuka dari gugus-gugus depan se-Kecamatan Jagoi Babang. Kehadiran unsur TNI dan para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi kuat dalam pembinaan generasi muda di kawasan perbatasan yang memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan negara. Dalam Amanatnya, Kadisdikbud Bengkayang menyampaikan apresiasi kepada panitia, pembina, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti Garda Batas Camp bukan sekadar perkemahan, melainkan wahana pembentukan karakter yang sangat relevan dengan tantangan generasi masa kini.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, Jagoi Babang memiliki makna strategis dalam menjaga identitas dan kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan melalui Gerakan Pramuka menjadi salah satu instrumen penting dalam menanamkan rasa cinta tanah air, tanggung jawab, serta integritas sejak dini.
“Anak-anak perbatasan adalah representasi Indonesia di garis depan. Dari Jagoi Babang, kita ingin lahir generasi yang kuat secara karakter, unggul dalam kompetensi, dan bangga menjadi bagian dari NKRI,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, kwartir pramuka, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembinaan generasi muda. Garda Batas Camp diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang sebagai gerakan berkelanjutan yang memperkuat ketahanan sosial dan nasionalisme generasi muda perbatasan.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba serta pelepasan peserta secara simbolis. Dengan berakhirnya Garda Batas Camp 2026, diharapkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan yang telah dibangun selama kegiatan dapat terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Garda Batas Camp 2026 menjadi bukti nyata bahwa dari wilayah perbatasan, semangat kebangsaan terus menyala, membentuk generasi Bengkayang yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa.
Salam Pramuka. (PSSHA)