Kamis 30 Oktober 2025 bertempat di Kampung Budaya Bung Kupuak Jagoi
Babang Festival Budaya Perbatasan ke-3 resmi di gelar.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang, melalui komitmen kuat dalam memajukan
kebudayaan daerah, telah berhasil menyelenggarakan serangkaian acara budaya
yang memadukan Penutupan Festival Budaya Perbatasan dengan Peringatan Hari
Ulang Tahun ke-195 Kampung Budaya Bung Kupuak Jagoi Babang. Kegiatan yang
berlangsung pada (03/11/2025) ini menjadi puncak dari Festival Budaya
Perbatasan yang telah digelar selama tiga hari sebelumnya, dengan Jagoi Babang
sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kolaborasi
antara Pemerintah Daerah, Komunitas Sanggar Seni BiJagoi, dan Balai Pelestarian
Kebudayaan Wilayah XII sebagai leading sector.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bengkayang, Drs.
H. Syamsul Rizal, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan adat dan
budaya sebagai jati diri bangsa, khususnya di daerah perbatasan. Beliau
menyatakan, "Masyarakat Dayak di perbatasan harus berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian dalam berbudaya. Ketika orang menghilangkan budayanya, maka
hilanglah jati dirinya." Wakil Bupati juga mengapresiasi pencapaian budaya
daerah, seperti ditetapkannya alat musik tradisional Silotuang sebagai Warisan
Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2018, serta pengakuan Tikar Rotan
dan Bung Kupuak sebagai Kampung Adat Terbaik se-Indonesia pada tahun 2019.
Festival ini tidak hanya menjadi wadah
pelestarian budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi kreatif dan pariwisata masyarakat. Dalam rangkaian acara, dilakukan
pengembangan destinasi budaya, pusat oleh-oleh, kuliner, serta penguatan Desa
Wisata Jagoi Babang. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945
Pasal 32 Ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan
Kebudayaan, yang menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan
mengembangkan nilai-nilai budayanya.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah
XII, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Forkopimda, serta masyarakat adat dan
undangan lainnya, diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Dayak
Bidayuh Bijagoi. Wakil Bupati juga mengajak generasi muda, khususnya yang
tergabung dalam Komunitas Sanggar BiJagoi, Tim Pemajuan Kebudayaan Desa Jagoi,
dan Pokdarwis, untuk terus bersatu, bangkit, dan tumbuh dengan rasa cinta
terhadap warisan seni dan budaya.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini,
Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk mewujudkan Bengkayang sebagai
kabupaten yang berbudaya dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat misi
pembangunan SDM unggul, berakhlak, dan berbudaya. (Sumber: ST/Prokopim
Bengkayang)